Showing posts with label preparation. Show all posts
Showing posts with label preparation. Show all posts

Friday, 16 November 2018

Chasing Man With A Mission to another horizon: before the show

Friday, November 16, 2018 0

I swear to god, 2018 is an insane year. Saya versi 2017 mungkin akan menertawakan siapa pun yang berkata, "Tahun depan elo bakal nonton konser MAN WITH A MISSION di Jepang, lho. Bulan Januari juga ngedatengin Ambitions Asia Tour-nya ONE OK ROCK di Singapura". Haqqul yaqin pernyataan itu akan saya tampik dengan, "Sembarangan aja elo ngomong, habis giting apaan sih?" sepenuh jiwa. Namun kenyataannya, sebentar lagi saya akan menunaikan ibadah #SowanSerigala2018. Another fangirl wishlist checked. Gila. Gila. GILA. Barangkali jika saya punya duit kebanyakan dikiiiiittt aja, keberuntungan tahun ini bisa digas mentok buat ngejar 5x20 Tour Arashi dan tante Hamasaki Ayumi. Tapi apes. Duit saya cekak.

Perjalanan saya sebagai fangirl MWAM terbilang masih pendek. Saya pernah cerita di tulisan ini bahwa perkenalan itu baru terjadi tahun 2015. Tiga tahun silam, lah. Bahkan terus terang, saya nggak ada bayangan sama sekali bakal bisa menyaksikan konser mereka di kandang sendiri. Iya sih memang pergelaran musik di Jepang itu sangat tertib dan teroganisir. Saking teraturnya sampai-sampai ribet banget dan tidak bersahabat bagi fans internasional. Namun gara-gara bubarnya Kalafina di awal tahun 2018 padahal saya belum sempat nonton konsernya di Jepang (yang tentu bukan versi karaoke sebagaimana saat mereka hadir di AFAID 2013 silam), jiwa fangirl ini terpelatuk kencang. Anjir. Anjir. Anjir. Insekyur bukan main.

"Gimana kalau artis favorit lainnya ada yang ikutan bubar atau hiatus??"


Bajingseng. Paranoid seketika. Sehingga pas MWAM merilis album terbaru mereka tanggal 6 Juni 2018 lalu, Chasing The Horizon, yang berarti akan disusul tur promo, saya langsung beraksi. Siap menyingsingkan lengan baju. Bergabung di pertarungan perburuan tiket bersama ribuan fans-fans MWAM domestik di Yapan. Emang rada setengah sadar sih waktu itu. Tiba-tiba main sok ikut lottery tiket konser final yang berlokasi di Hanshin Koushien Stadium, Prefektur Hyogo, Jepang. Tanpa rencana keuangan. Tanpa pikir panjang. Nekat? Iya. Impulsif? Iya. Agak goblok? Iya juga. Soalnya ya nggak ada ekspektasi apa-apa. Toh lotere, kan. Mana milih yang Tour Final pula. Pasti kompetitif banget. Seberapa sih hoki diri ini...

Plot twist-nya?

SAYA. MENANG. LOTERE. TIKET.


Kelihatan nggak tuh ada nama saya tercantum di email notifikasinya?

Goblos. Menangos. Saya refleks jerit, "Gyaaarrrggh??" sewaktu baca email notifikasi di atas pertama kali. When everything sinks in eventually, lagi-lagi saya panik. Cuma kali ini paniknya beda. Saya baru ngeh betapa banyak checklist yang harus dipenuhi untuk mengabulkan proyekan fangirl #SowanSerigala2018. Gimana tiket pesawat? Bayar visa? Duit buat wira-wiri naik kereta di sana apa kabar? Urusan nginep sih saya lebih santai ya. Ada host family dan teman-teman sekelas Kyoto Tachibana High School dulu yang sampai sekarang masih rajin kontak-kontakan, sehingga bisa ditebengin tidur dan makan. Memang diri ini parasit sejak dalam pikiran. Laknat betul. Sebaiknya jangan ditiru, apalagi kalau kalian punya uang rada banyakan. Nggak kayak saya yang ngeden finansial.

Kebodohan 2.0 adalah: saya ikut lottery untuk dua tiket. Yep you read that right. Dua tiket. Padahal saya jomblo. LAH YANG SATU LAGI MAU BUAT SIAPA?? Pusing nggak tuh. Mau dianggurin mah mubazir kaffah. Belum lagi karena pembelian dilakukan atas nama saya, siapa pun yang bakal pakai tiketnya nanti harus masuk venue bareng-bareng. Kalau nggak gitu ya kagak bakal dikasih akses lantaran nama pembeli dicetak di permukaan tiket dan ada ID check. Sungguh, sangat Yapan. Untungnya setelah woro-woro kiri-kanan, bahkan sempat mengunggah informasi ini ke Twitter, tiket tak bertuan itu berpindah tangan ke seorang teman. 



Sampai kedua kaki saya napak lantai Kansai International Airport dan hidung menghirup udara Jepang yang sudah mulai mendingin, semua masih terasa surreal. Bahkan saya sempat takut banget-banget-banget untuk berangkat karena entah kenapa banyak hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Beberapa teman yang sempat ketemu saya sebelum penerbangan kayaknya udah kenyang banget ketumpahan gejolak anxiety yang pasti terdengar terlalu paranoid.. dan sejujurnya sampai detik ini masih nyisa. But despite all odds, I'm here! Yah meski harus ditebus dengan tidak bekerja (dan tidak menerima gaji sepanjang absen karena belum punya jatah cuti) sehingga pulang-pulang nanti hari-hari makan nasi bertabur Masako akan mengiringi. But it's all right. I don't care. Everything feels fine. Saking bersemangatnya menyambut konser ini, saya ngerasa bakal sanggup menghadapi apa saja setelah tiba kembali di Indonesia nanti.

Tadinya saya pikir, seperti kebanyakan konser, sebelum masuk venue akan ada penjualan merchandise di area Hanshin Koushien Stadium. Ternyata semalam keluar pengumuman bahwa demi ketertiban dan kemudahan mobilisasi penonton ke venue, booth merchandise tidak akan didirikan di area konser. Sebagai gantinya, penjualan perintilan merch konser digeser sejak dua hari sebelumnya. Mulai 15 November sore hingga pagi hari 17 November, sebelum konser mulai. Padahal lokasinya beda provinsi. Wakaka. Ibarat konser di Jogjakarta, perintilan merchandise dijual di Solo. 

*insert "Hmm.. menarik" meme here* 

Berhubung jarak yang cukup jauh, saya pun berangkat dari rumah pagi-pagi. Maklum, harus ganti kereta di tengah jalan. Niatnya datang awal, cek TKP, lalu nyari makan siang dan setelah kenyang baru masuk antrian agar hidup lebih damai. Ternyata oh ternyata... meski saya sampai di Osaka Minatomachi River Place pukul 11:30 dan booth baru buka jam tiga sore, Orang-orang sudah banyak berkumpul membentuk antrian. As expected, Japan. Alhasil pikiran untuk nyari makan dulu dibuang seketika dan langsung masuk barisan. Ya daripada makin terdesak posisinya dan harus menghadapi label "SOLD OUT" di depan barang-barang yang ingin dibeli? Hayo. Belakangan, saya ngobrol dengan mbak-mbak mahasiswi tingkat akhir yang mengantri di samping serta belakang saya dan berhubung mereka sama-sama belum makan, kami bertiga hompimpah untuk memutuskan siapa yang didelegasikan pergi ke convenient store terdekat mencari pengganjal perut dan minuman.

One day friends, lah.

Posisi saya memotret: titik antrian lantai dua. Di belakang saya masih lebih mengular lagi.

Itu dua orang mas-mas mukanya saya tutup karena benar-benar menghadap ke kamera. Haha.

Posisi saya mencapai (nyaris) depan booth sekitar pukul 15:30 waktu setempat. As expected again, Japan. Antri gila-gilaan sekalipun cenderung cepat bergerak maju saking sistematisnya. Mobilisasi juga nggak macet sama sekali. Sepanjang antrian dipasang papan tanda yang menunjukkan daftar produk dan harganya, detil ukuran, bahkan sampel asli yang dipakaikan ke manekin serta digantung untuk dicoba sebelum melakukan pembelian. Ada pula staf-staf yang berkeliling meng-update kondisi stok, menginformasikan mana yang sudah terjual habis, serta meminta calon pembeli untuk memutuskan barang apa yang diinginkan sejak masih berbaris supaya nggak ngabisin banyak waktu di depan meja booth dan menyusahkan orang lain. Lha wong saya berdiri di belakangan orang (biasanya pasangan atau rombongan kawan) yang bingung milih film di booth tiket bioskop aja bikin gedek. Gimana model antrian mengular merch konser... Hipertensi spontan dah.

"Try me" corner. Sumpah bomber jacket-nya keren-keren buset tapi saya bokek..

Memenuhi beberapa titipan di kampung halaman, ini dia hasil belanjaan saya.

Mantap bosque.

Tidak bisa membantu titipan ini-itu terlalu banyak karena ada peraturan pembatasan pembelian dari staf penyelenggara. Diterapkan demi mencegah munculnya tengkulak calo merchandise yang ngeborong banyak barang dan dijual ulang secara lelang sehingga harganya melambung luar biasa. Namun tidak mengapa. Belanja kebanyakan juga ntar cuma bikin bawa pulangnya jadi susah... 

Ya Rabb dag-dig-dug banget ini. 
Besok bakal ketemu oshi!

z. d. imama

Saturday, 20 January 2018

My ambitious journey to "Ambitions"

Saturday, January 20, 2018 0

Mengejar Mas-Mas

Kira-kira itu judul yang paling tepat disematkan ke kisah perjalanan saya terpontang-panting memperjuangkan hasrat dan harapan menyaksikan konser ONE OK ROCK Live in Singapore 2018 yang diselenggarakan 20 Januari 2018 di Singapore Indoor Stadium. Bagi milenial gembel macam saya, ini proyek besar yang tak bisa dipandang sebelah mata. Girls be ambitious! And damn it was intense. The preparation and all that shit.

Drama mendapatkan tiket konser sudah pernah saya kisahkan sebelumnya. Coba baca di sini deh. Sayang sekali, kehebohan tidak berhenti di situ (and because this is me we're talking about, of course we have to include several dosage of stupidity). Kita semua tahu bahwa Singapura tidak bisa ditempuh dengan berenang dari Jakarta, sehingga mau tak mau saya harus memesan tiket transportasi udara―a.k.a pesawat―dengan rute SHIA - Changi. Kalau saya ke gebetan itu dikacangin.

Iya, garing. Maaf.

Saya sudah cek-cek harga tiket pesawat sejak akhir November tahun lalu. Gerak cepat, dong. Berdasarkan perhitungan, modal yang saya butuhkan untuk perjalanan round trip sekitar satu juta rupiah. Oke, aman nih. Hati saya sudah tentram. Until that fateful night comes. Terjadi di pekan pertama bulan Januari, yang mana saya mendadak iseng-iseng bermaksud mengecek segala hal yang diperlukan ketka perjalanan akbar ini.

Paspor aktif? Check.
Tiket konser? Check.
Tiket pesawat? ...Che―Lho, kok nggak ada di email? Di Spam box juga nggak ketemu. Kenapa bisa begini?

Saya pun berpikir. Berpikir. Berpikir lama sekali. Mengingat-ingat apa ada yang salah. Faktor apa yang menyebabkan raibnya email sepenting itu. Hingga akhirnya, setelah hampir dua puluh menit bengong dan belingsatan sendirian di kamar, bagai ditabok harimau saya tersentak. Tiket round trip CGK - SIN dan SIN - CGK itu belum pernah saya selesaikan transaksinya. Jadi, saya memang sudah sejak lama melakukan pengecekan harga. Sudah tahu pula kira-kira hendak berangkat jam berapa dan maskapai penerbangan apa yang mau digunakan jasanya. Tapi yaaah berhubung belum gajian sehingga tidak ada dana, saya masih menunda pembelian. Terus kelupaan. Hingga detik itu.

Bego? Banget.

DON'T LOOK AT ME.

Malu abis, entah kepada siapa. Kepada semut merah. Kepada jam dinding. Kepada rumput yang bergoyang. Kepada layar laptop yang masih menayangkan adegan anime Kindaichi Shounen no Jikenbo tahun 1997 yang saya pause. Panik mulai merayap. Saya buru-buru membuka ticketing sites; kali ini dengan tekad bahwa malam ini juga harus berhasil dapat tiket pesawat, apa pun yang terjadi. Gila aja. Sudah tinggal dua minggu lagi lho. Meski teledor, diam-diam saya bersyukur karena teringat sekarang dan bukan saat berkemas-kemas di malam H-1.

TAPI YA HARGA TIKETNYA UDAH NAIK JAUH DOOONG.


Cry. Bahkan selisih harganya merampas jatah dana perjalanan yang saya alokasikan untuk dipakai hidup sebentar di Singapura. Kebodohan ternyata harus ditebus mahal, saudara-saudara. Menjadi cerdas jauh lebih murah. Ini realita yang baru saya ketahui di 2018. Cuma ya udah, mau bagaimana lagi... satu-satunya solusi adalah membeli tiket yang tersedia dan mencari pelipur lara untuk diri sendiri. Gampang lah tinggal jadi gembel aja di Changi, demikian pikir saya.

Chanting this song like a mantra.

But it's now the D-day and I'm nervous as fuck. Shit. Damn. This is exactly the same feeling I suffered when I was about to go see Kalafina in AFAID 2013, only bigger and more intense because this time, it's at much more bigger venue. And a solo show, not a festival. Holy hell. Ya maklum, selama ini rasa-rasanya sebagai wibu musik Yapan, saya harus sering-sering merasa puas dengan menyaksikan musisi idola tampil di festival-festival saja. Khususnya festival anime. Memangnya berapa banyak sih artis-artis Jepang yang pernah hadir ke Indonesia dan mengadakan pertunjukan sendiri? Entahlah kalau nama-nama lain juga ada, tapi bermodal usia seadanya, saya cuma ingat beberapa histeria―dari yang kecil hingga mega akbar karena penantian terlalu lama (iya ini ngomongin Laruku):

  • L'arc~en~Ciel Live in Jakarta 2012 (Lapangan D Senayan, 2 Mei 2012)
  • SCANDAL Asia Tour Live in Jakarta 2013 (Tennis Indoor Senayan, 13 Maret 2013)
  • ONE OK ROCK "Who are You?? Who are We??" Live in Jakarta 2013 (Lapangan Parkir Kolam Renang Senayan, 24 November 2013).
  • LiSA Live Acoustic in Jakarta 2014 (Upper Room Hall Annex Building, 23 Agustus 2014)
  • AAA (Attack All Around) Asia Tour Live in Jakarta 2015 (Upper Room Hall Annex Building, 8 April 2015)
  • Silent Siren World Tour Live in Jakarta (Upper Room Hall Annex Building, 30 September 2017)
Ingatan saya mandeg sampai di situ saja. Kalian yang lebih berpengetahuan dimohon agar membantu memberi pencerahan dengan berbagi di kolom komentar. Oke? Oke dong. Sip? Sip dong. Ngomong-ngomong, saya masih menunggu hari di mana bisa nonton konser Kalafina yang bukan versi karaoke. That day will come. I believe that. I will hang onto that hope.

Saya rasa kalian mungkin sudah sadar: celotehan di atas hanya untuk menutupi kegugupan menjelang berjumpa abang-abang kesayangan. MAU GIMANA LAGI DAH. NERVOUS AING. Campur aduk banget nggak jelas, sejak tadi pagi keringet dingin melulu. Ditambah lagi, setlist ONE OK ROCK Ambitions Asia Tour Live in Bangkok tanggal 18 Januari 2018 akhirnya semalam keluar. Wah kacau. Excitement level serasa digenjot naik terus. Setlist Bangkok tersebut semacam jadi prediksi lagu-lagu yang akan dimainkan nanti ketika di Singapura. Seumpama beda pun, kemungkinan nggak akan terlalu banyak. So here comes the expectations...

ONE OK ROCK Ambitions Asia Tour Live in Bangkok setlist:


  • M1. Ambitions -introduction- + Bombs away (english version)
  • M2. Deeper Deeper
  • M3. Taking Off (english version)
  • M4. Cry Out (english version)
  • M5. Re:make
  • M6. Clock Strikes
  • M7. Bedroom Warfare (english version)
  • M8. Wherever you are
  • M9. One way ticket (english version)
  • M10. instrumental break
  • M11. Bon Voyage (english version)
  • M12. I was King (english version)
  • M13. Take what you want (english version)
  • M14. The Beginning
  • M15. Mighty Long Fall (english version)
  • M16. We Are (english version)
ENCORE:

  • M17. American Girls
  • M18. 完全感覚Dreamer (Kanzen Kankaku Dreamer)

Well... the biggest letdown when you watch ONE OK ROCK concert NOT in Japan is that most likely you'll get the english version of their songs (instead of Japanese ones), which, personally speaking, have slightly less quality in their lyric department. Kadang-kadang aransemen lagu pun agak diubah sedikit. Masalahnya, jadi sering lebih repetitif dan twist-nya hilang. Tapi ya udahlah ya. Tetep sayang. Terus terang saya tadinya berharap lagu-lagu seperti Liar, Let's take it Someday, atau Nobody's Home dimainkan, dan nggak sekadar all-singles di luar konten album Ambitions.. namun barangkali ngarepnya kejauhan. Gapapa. Siapa tahu ada keajaiban, yang tentu akan saya laporkan dengan berbusa-busa di blog ini selepas konser. Lmao.

Aduh Bang, ini deg-degan nggak kelar-kelar. Send help.

z. d. imama

Monday, 30 October 2017

#JadiBisa ke Singapura Tanpa Merana Berkat Traveloka!

Monday, October 30, 2017 7

Meski tergolong bisa tidur di mana saja (beberapa minggu yang lalu saya bahkan tertidur di lift gedung―sambil berdiri―dan ikut bolak-balik naik-turun puluhan lantai hingga ada rekan sekantor yang ikut masuk lift dan menepuk bahu), kasur merupakan tempat favorit saya untuk beristirahat. Tidak terkecualikan ketika sedang jalan-jalan ke luar kota. Atau ke luar negeri. Nggak sanggup lah kalau nggak ketemu kasur. Sehingga boleh dikatakan bahwa kepastian akomodasi merupakan hal wajib apabila bepergian jauh. Tiket pesawat saja mana cukup..

Masalahnya, bagi gadis kere hore seperti saya, menemukan tiket pesawat dan hotel maupun penginapan dengan harga terjangkau tentunya jadi sebuah tantangan tersendiri. Beli terpisah? Mahal. Belum lagi makan waktu karena harus membandingkan satu per satu harga tiket pesawat antarmaskapai, lalu mengecek dan membandingkan tarif penginapan. Membeli paket khusus yang menawarkan tiket pesawat dan hotel sekaligus akan jauh lebih praktis. Tetapi perkara tidak selesai di sini, saudara-saudara. Banyak tawaran-tawaran paket hotel dan pesawat yang tampak manis di depan, namun ketika ditelusuri lebih lanjut ternyata ada segambreng biaya tambahan, atau persyaratan-persyaratan merepotkan yang relatif sulit dipenuhi. Kalau bukan begitu ya saklek, alias tidak fleksibel. Pelanggan mau tidak mau harus nurut dengan apa yang tersedia dalam paket. Tidak bisa diutak-utik menyesuaikan kebutuhan pribadi. Sungguh pemberi harapan palsu. Padahal saat ini saya sedang punya PR besar: berburu tiket pesawat sekaligus penginapan demi kelancaran proyek akbar menyaksikan konser ONE OK ROCK di Singapura, bulan Januari 2018 kelak (sebagaimana yang telah saya ceritakan di sebelah sini).

Ingin bahagia namun harus tetap bisa ngirit. Hmm... rasanya kok agak kebanyakan mau, ya. Apakah itu hal yang mustahil? Ternyata, tidak juga! Penyelamat saya hadir berupa Traveloka, yang menawarkan paket pesawat dan hotel dengan biaya lebih hemat. Mata saya langsung berbinar-binar, lah. Siapa yang nggak mau cita-cita tercapai tanpa harus nelangsa? Tanpa harus makan nasi garam sebagai kompensasi mahalnya tiket pesawat dan akomodasi?

Apalagi caranya gampang. Banget, malah. Cukup masuk ke situs Traveloka (atau unduh aplikasinya), lalu pilih "Flight + Hotel" yang terpampang di halaman utama. Berhubung ponsel saya relatif produk lawas dan tidak punya memori memadai untuk beraneka rupa aplikasi-aplikasi penyelamat hidup.. saya paparkan pengalaman dengan versi situsnya saja yah.

Ada tuh di barisan keempat yang saya kasih kotak biru.

Begitu dipencet, akan muncul tampilan sebagaimana di atas.

Selesai menekan "Flight + Hotel", isikan kapan kita akan berangkat (dan pulang) di kolom pencarian tiket penerbangan (itu lho, "Flight Details"). Tahap berikutnya, masukkan nama kota yang hendak kita singgahi pada "Hotel Details". Beres? Pencet "Search Packages" dan tunggu loading sampai selesai sementara Traveloka akan mencarikan alternatif-alternatif paket. Keterbatasan duit membuat saya tidak berminat terhadap paket-paket kelas tinggi, maka di sinilah fitur "Filter", khususnya "Price range per person" yang dimiliki Traveloka jadi penolong agar tetap tahu diri, fokus, dan tidak khilaf.

Pokoknya sudah harus dapat akomodasi dan tiket pesawat dengan bermodal dua juta rupiah!

Wah, banyak tersedia paket yang cocok dengan ketersediaan dana saya! Masih ditambah diskon khusus Traveloka pula. Sungguh senang se―lho, tunggu dulu... kenapa jam penerbangannya pukul delapan malam? Nggak keburu nonton konser ONE OK ROCK yang diidam-idamkan sekian lama, dong? Batal ngapelin mas Taka dan mas Toru, dong? Waduh?! Bisa nggak ya jam penerbangannya disesuaikan sendiri sesuai kebutuhan?

TERNYATA BISAAA!
*koprol gembira di kamar kos*

Pada bagian bawah masing-masing paket ada tombol "Change Flight" dan "Change Room", yang fungsinya untuk mengubah jadwal penerbangan atau jenis kamar yang ingin kita pesan. Tanpa ba-bi-bu, saya segera memencet tombol tersebut, yang segera mengantar saya ke halaman lain dengan setumpuk pilihan penerbangan dari berbagai maskapai, lengkap dengan detil berapa rupiah biaya tambahan yang harus dibayarkan jika mengganti jadwal keberangkatan.

Biarpun paket, bisa tetap memilih kapan mau pulang dan pergi sesuai keinginan.

Klik "See more flight options" jika masih belum ketemu jadwal yang pas.

Contoh pilihan-pilihan penerbangan lain yang tersedia.

Setelah klak-klik-klak-klik beberapa kali dan semua dirasa sudah cocok, rupanya total tagihan saya masih bisa di bawah estimasi! Nggak sampai dua juta. Bahkan sisa beberapa ratus ribu rupiah. Luar biasa. Juara. Lumayan banget kan untuk menyambung hidup atau amblas di kekhilafan lain seperti beli merchandise konser. Prosesnya cepat, pula. Setengah jam sudah beres―termasuk mengutak-atik jam penerbangan karena waktu yang dipilihkan paket di awal belum cocok. Pembayaran Traveloka juga nggak ribet sama sekali. Selain metode standar seperti bank transfer dan kartu kredit, Traveloka melayani pelunasan pembayaran melalui minimarket terdekat seperti Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi. Sehingga saat kita ditanya mas-mas atau mbak-mbak kasir minimarket, "Ada lagi yang bisa dibantu, Kak?" bisa jawab, "Mau bayar Traveloka". Ciye.

Ada satu hal baru yang saya rasakan setelah menyelesaikan transaksi di atas. Tiba-tiba saya jadi sayang sama Traveloka. Sumpah. Andaikata Traveloka punya perwujudan manusia pasti sudah saya dekap erat-erat sembari berseru tanpa kenal malu, "Oh malaikat penyelamatku, aku telah jatuh cinta padamu!" Gimana nggak? Berkat Traveloka dan paket tiket pesawat plus akomodasinya yang sangat hemat, saya #JadiBisa mewujudkan impian bertemu ONE OK ROCK di Singapura tanpa menderita. Bakal berjumpa salah satu musisi favorit dan setelah itu tidur nyenyak di atas kasur penginapan dengan nyaman, nikmat mana yang bisa saya dustakan?

Terima kasih, Traveloka!

z. d. imama

Wednesday, 25 October 2017

This ambition of me... to "Ambitions" Live in Singapore 2018

Wednesday, October 25, 2017 12

I think it's true, the popular saying: "Be careful with what you wish for". Awal tahun 2017 lalu ketika menuliskan ulasan album terbaru ONE OK ROCK dengan tajuk "Ambitions", saya mengungkapkan kesediaan diri untuk berangkat menyaksikan konser band tersebut apabila mereka mampir ke Singapura (karena harapan belok ke Jakarta terasa amat tipis). Itulah mengapa, pada suatu pagi yang redup oleh mendung, tepatnya tanggal 9 Oktober 2017, saya yang agak kurang kerjaan di kantor dan iseng menjelajah situs-situs hampir menjerit kaget membaca pengumuman mengenai ONE OK ROCK Ambitions Asia Tour 2018. Holy shit. It's happening.

Cukup dalam hitungan detik, kesepuluh ujung jemari dan kedua telapak tangan saya mengeluarkan keringat dingin tanpa bisa dicegah. Saya gugup bukan main. Mata pun dengan lincah menyusur nama-nama kota dan tanggal pertunjukan. Brengsek, gini amat sih rasanya... padahal baru juga level nyari-nyari informasi.


Tidak ada Indonesia. Tidak ada Jakarta. Tidak apa-apa, sudah bisa saya duga (saking tidak berharapnya, saya enggan menggantungkan asa pada kalimat "More To Be Announced" yang menggoda itu). Eh... tunggu dulu. Singapura? Hari Sabtu malam? Waini. Ini dia, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Penggoncang kedamaian hidup akhirnya tiba. Dunia saya seketika gonjang-ganjing. Mana belum gajian begini―sementara gaji bulan lalu sudah dialokasikan dengan sempurna untuk hidup sederhana bersahaja. Buahahahahahangsat.

Saya meneruskan petualangan. Kurang puas. Belum puas. Agak masokis memang. Sudah tahu masih belum punya duit tapi memilih hunting online ticket sales channel dengan dalih ingin mengetahui berapa kekayaan yang harus saya hamburkan demi bertemu mas Morita Takahiro mantan anggota idol group NEWS. Demi memandang mas Yamashita Toru tanpa harus dipisahkan layar laptop merek SNSV kesayangan saya. Rupanya pintu penjualan tiket ONE OK ROCK Ambitions Live in Singapore 2018 secara online hanya melalui Singapore Sports Hub (tautannya saya sertakan, siapa tahu kalian ikut khilaf dan beli). Surprisingly enough, harga tiketnya relatif terjangkau dan masuk akal. Kelas termahal Premium Rock Zone yang berdasarkan firasat saya nantinya pasti bakal disuruh-suruh Taka bikin mosh pits/circle pits dibanderol seharga SGD228. Hampir dua setengah juta rupiah lah. Masih lebih bisa dibayar dibandingkan beberapa konser tertentu yang diadakan di Jakarta―bukan ding, maksudnya Tangerang Selatan. Kan venue langganannya BSD.

Tapi selama Singapura masih belum bisa dicapai dengan berenang, gadis kere hore seperti saya ini tidak boleh sok iye membeli kelas VIP. Atau Premium. Atau segala variasi istilahnya. Wis sing biyasa-biyasa wae, sing penting dudu kelas paling murah. Aku rapopo. Aku legowo. Kalau yang ganteng di Lord of the Rings itu Legolas. *dilempar jumroh oleh massa*

The show starts at 20:00? Hmm.. this is going to be one hell of a night.

Akan saya ingatkan sebentar: segala yang tertera hingga bagian ini terjadi tanggal 9 Oktober. And I found out that the sales for ticket has started since October 6th. Ebuset. Apa kabar neh? Sepanjang tiga hari sudah amblas berapa lembar? Saya buru-buru menekan tombol "Buy Tickets" walau masih bokek. Cek seat plan sekaligus memuaskan rasa ingin tahu tentang ketersediaan tiket. And as it turns out... some sections are sold-outs already. Entah harus girang atau sedih.

Tiket bagian-bagian yang warnanya washed-out sudah tidak bisa dibeli (Screenshot date: October 9th)

Oke. Premium Rock Zone dan CAT 4 sudah dibuang dari peluang perbelanjaan. Saya masih harus memilih antara Standard Rock Zone, CAT 1―harganya sama persis jadi makin bikin bimbang―atau CAT 2 dan CAT 3. Kegelisahan ini sungguh nyata. Apalagi mempertimbangkan faktor waktu; masih tersedia atau tidak ya tiket yang saya harapkan saat hari gajian kelak? Wakacoooo. Kaco. Nervous abis. Saking tegangnya, setiap hari, hampir setiap beberapa jam sekali, saya refleks mengecek perkembangan penjualan tiket di situs Singapore Sports Hub. Pas di kantor. Pas di kosan. Pas sepulang kerja, terombang-ambing digoyang bus TransJakarta yang meliuk-liuk mengikuti jalurnya. Niat banget. Sumpah.

God, I'm beyond help.

Slooooooowly, payday comes. Thank goodness.

Sejak pagi yang ada di dalam benak saya hanya dan hanya, "GAJIAN GAJIAN GAJIAN BELI TIKET BELI TIKET BELI TIKET MANA UANGKU MANA UANGKU". I was obsessed. I was like a person possessed. Hours felt like forever. Menunggu duit berpindah ke rekening rasanya seperti menanti gebetan membalas perasaan suka saya. Lama banget dan penuh ketidakpastian (yang ujung-ujungnya selalu tak berbalas). All those 'What if's started to pop out in my mind and none of them are good. I really want to go it hurts. I want to be a part of the giant ball of marvelous energy in ONE OK ROCK live performance. I want to hear it raw, Taka screaming orders to create circle pits to those people in standing zones. I want to see this expression on his face (and I want to see Toru up close).

Taken from ONE OK ROCK Ambitions Japan 2017 Live in Saitama Super Arena


Yamashita Toru is WAY too distracting (shot from 35xxxv Japan Tour 2015).

Kenapa gini amat sih rasanya jadi fangirl...

Saya paham, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi pembelian tiket di Singapore Sports Hub hanya lima belas menit. That's the only time one can get before their cart refreshes on its own and the ticket selected will go back to the market. No time to hesitate, and no way in hell I will hesitate. Begitu notifikasi gaji muncul di ponsel saya, detik selanjutnya tombol "Buy Tickets" kembali saya tekan... entah untuk yang keberapa puluh kalinya dalam sekian hari terakhir. Everything after that went blurry. Saya baru sepenuhnya sadar saat ada pop-up message di layar ponsel yang menandakan masuknya sebuah email.

ALLAHU AKBAR OH MY GOD OH MY GOD OH GOD HALLELUJAH??

I've managed to secure one ticket for me.

Had to erase some specific and important details for the sake of privacy... but as you see, I got my share of ticket. Sungguh luar biasa lega rasanya. Tadi seolah-olah dada saya tuh didudukin diri sendiri yang beratnya minta ampun ini. Sesek parah. And now it becomes a lot better, even if I just threw myself into another pool of poverty. I'm going. I'll do my best to make it real. Sekarang tinggal perkara tiket pesawat dan akomodasi untuk nginep semalam di Singapura. One step at a time... one step at a time. *tarik napas dalam-dalam*

KALIAN YANG JUGA MAU BERANGKAT NONTON ONE OK ROCK LIVE IN SINGAPORE KABARIN DONG SUPAYA SAYA ADA TEMAN SEPERJUANGAN??

z. d. imama

Sunday, 5 August 2012

start-from-today home

Sunday, August 05, 2012 1


namaste!
pagi ini kulalui dengan tidak mandi, hahaha.
bohong ding. jika ada satu hal yang membuatku paling heran sewaktu sampai di Jakarta (dan daerah sekitarnya) adalah air mandi pagi hari yang sama sekali tidak dingin. cenderung anget, malah. menakjubkan. apa jangan” saking banyaknya polusi di ibukota sampai-sampai kekuatannya bisa menghangatkan air tanah?
*dikeplak pak gubernur


jadi,
inilah kamar tempatku tinggal mulai hari ini.
di asrama mahasiswa Universitas Indonesia, Depok.

kasur di deket jendela :")

nggak bagus sih, tapi lumayan nyaman kok.
yaaah… meskipun belum-belum aku udah kepengin ngegotong rumahku (dan seisinya) kesini sih…


taking Kero-chan along; it's nice to see a lil bit of something 'home'.

barang-barangku sebelum di unpack, haha


dan hari ini kegiatan pertamanya adalah latihan paduan suara. alias padus. seragamnya putih-putih. berasa orang manasik haji, kya kya kya~

 rambut ga disisir -__- gegara sisir hilang #nangisdarah


semangat, maba!

 z. d. imama




Monday, 9 July 2012

Friday, 15 June 2012

start of my college days

Friday, June 15, 2012 0


opening picture gue troll banget deh, haha.
pasti banyak orang yang langsung ngeklik tombol silang merah di pojok kanan atas begitu ngebuka blog ini~
*brb nyembah biar pada gak kapok buat main ke sini*
*kayak ada orang yang ngebaca aja*
http://www.emocutez.com


well, bahwasanya saya yang (akhirnya) berhasil jadi maba juga ini sedang dilanda stres ala manusia di masa transisi. bawaannya tiap hari cuman pengen nyanyi" geje sambil muter" kepala gaya Tiga Macan. syukur" sambil bawa gitar biar keliatan lebih kece.
kayak gini: http://www.emocutez.com

*sejumlah orang kembali memencet tombol silang merah di pojok kanan atas*
*aku pun terdiam....*
*...dan membisul*
http://www.emocutez.com


aaaanyway,
sekarang ini aku lagi setengah pusing mikirin jadwal ospek.
atau sekarang nama bekennya di UI adalah OKK (Orientasi Kehidupan Kampus; not that i care about what that stands for, after all -___-).


tugasnya: die banget.
http://www.emocutez.com


ada tugas mandiri.
ada tugas kelompok.
ada seabrek aturan mengenai tugas kelompok.
dan yang jelas kayaknya bakal dibejek" sama kakak tingkat, karena temen gue (mantan seangkatan, tau sendirilah saya ini SMA empat tahun~ *mata menerawang*) dengan santainya bilang,

"kayaknya taun ini OKK kamu rada keras dikit deh, zul.
yaaah lebih keras dari jamanku lah. ini temen-temen aku pada excited banget bikin acara aneh soalnya, hihihi~"


...

oh. God. why.
http://www.emocutez.com


semoga gak mati gegara ospek,
z. d. imama

Thursday, 28 July 2011

We’re AFSers. Mighty AFSers

Thursday, July 28, 2011 0

we are AFSers, mighty AFSers
everywhere we go, people want to know
who we are, so we tell them
if they can’t hear us, sing a little louder!


aku suka banget lagu itu.
cheerful, positive, and spirit-boosting.

mengingatkan gue akan perjalanan satu tahun yang justru berperan banyak dalam menyadarkan gue tentang siapa zulfana desnatya imama itu, dan perjalanan sekian tahun ke depan yang masih aku bangun komposisinya setiap hari.


i wonder how can a simple song awaken such a big thought.

ngomongin soal AFS...
tanggal 23-24 juli lalu ada AFS semarang chapter: welcome and farewell party. dan gue, yang tanpa kerasa udah jadi kakak returnee pun otomatis terlibat. lebih tepatnya... dilibatkan.

*hening*

ahh~ iya ya..
sekarang status saya udah jadi ‘kakak returnee
emang repot jadi gadis yang forever seventeen kayak saya ini :3
habisnya suka lupa udah hidup berapa jaman~

*tatapan menerawang*
*diguyur air sumur*

...anyway,

di acara yang berlangsung on the entire weekend (septu-minggu) di Bungalow Rumah Watulawang, Semarang itu saya merasa bahagia. seneng banget. dengan tingkat seneng kayak anak TK dibeliin balon di hari raya lebaran.
kayak karyawan perusahaan dapet kenaikan gaji.
kayak Gayus Tambunan waktu berhasil nipu aparatur negara.
kayak Daniel Radcliffe pas kepilih memerankan film perdana Harry Potter sepuluh tahun silam.

 chapter semarang :D

returnees 2010-2011

berjumpa banyak orang.
ngalamin hal” baru yang seru.
berbagi cerita, rasa, dan pengalaman.
ditambah bonus ketemu cowok ganteng.
(mohon abaikan kalimat yang terakhir. anggap saja dia tak pernah ditulis di sana)


dan aku pun sadar...


i indonesia no matter what

there are still so many things left to explore.
so much beauty to reveal.
so much diversity to be proud of.
and so much treasures buried deep, waiting to be found.


PR generasiku masih banyak.
generasi kalian, generasi kita semuanya.
tumpukan problematika masa depan menunggu di tiap” hari esok.


so,
stand up and do it!
raise your face and step forward.
because when we feel like we can get through them all...

yes, we can.

definitely.



(:
z. d. imama

Saturday, 15 January 2011

two girls + an alien

Saturday, January 15, 2011 1


Caitlin Wells ( Australia )

Wachiraporn Saiboobpha ( Thailand )


Zulfana Desnatya Imama ( Indonesia ) 


thanks for all the memories in Kyoto, since last year.
we have no more time left to be together *about to cry*


tarik ingus,

Thursday, 30 December 2010

revolution

Thursday, December 30, 2010 4


izulinjapan.blogspot.com 

NO MORE 


time to go home is getting closer,

but all that happened here will remain with me

as memories, filling the pages of my book of life.

this adventure will influence my next journey,

as there are things to learn,

and so much tales that i love to remember. 




keep the spirit,
z. d. imama

Thursday, 16 September 2010

unstoppable us

Thursday, September 16, 2010 10

happy good day :D

honestly, wholeheartedly,
saya bersyukur sekali bisa sekolah di Tachibana, terlebih ditaroh di kelas 2-6 oleh guru". i heart you guys, boys and girls, really.   kalian benar" hiburan yang luar biasa dahsyat, apalagi sepanjang latihan drama untuk persiapan bunkasai ini. entah udah berapa kali aku dibikin ketawa cekakakan sampe sakit perut (dan kalian juga tertawa, yang notabene bikin Amano Chiemi sang sutradara dramanya judheg karena harus teriak `CUT!` entah sampai berapa kali dalam tempo setengah jam saja.

sekedar pemberitahuan,
amano chiemi itu anak cewek sekelasku yang notabene adalah Ketua OSIS-nya Tachibana. dan kalau kalian mikir ketua OSIS itu harus super serius dan tidak bisa ceria menggila, di sini teori itu nggak akan ditemukan!

gak percaya? 
silakan kalian buktikan sendiri deh.
inilah yang dilakukan chiemi tadi pagi sebelum latihan drama pra jam pelajaran dimulai :

yeah !! this is HER STYLE, beybeh :p


oiya, tadi siang sama kemaren malem,
gue aplot dua part video latian drama kelas 2-6 di youtube, via account-nya guru bahasa inggris saya yang super keren, Miss Rizky Kristianti. sebenernya itu video mau langsung aku masukin blog, tapi ternyata blogger engga support yang praktis" macem begituan (asem). alhasil terpaksa aku taroh yutup, di sini dan di sini. silakan di tonton yaaaa :D

sebagai bentuk spoiler menyesatkan,
saya akan mengatakan sebuah fakta menyebalkan bahwa adegan terlucu justru belum sempat aku rekam, hahaha. silakan tunggu saja ya? dan bagi kalian yang udah nonton videonya, aku hanya ingin mengatakan bahwa adegan puncak dari drama ini, scene yang paling lucu pun has something to do with the monkeys.

dan bagi yang belum nonton video gajelas itu,
aku taroh beberapa foto deh buat `memancing` kalian nyoba nonton videonya. sori lhoo.. tanpa subtitle. gatau cara bikinnya sih, uwuwuw :p

yang bawa" kertas skrip itu aku :p
( lagi usaha ngapalin dialog sendiri ketika dapet ide main nge-video ) 

learning to deepen his character :D

introduction: the four badass monkeys :D

eh aku kok ngantuk ya?
mataku mulai berkunang" dan mulai susah ngetik bener zzz
bobok dulu aja lah ... kapan" aku lanjut lagi dengan video yang gak kalah asoy, hahaha :3

recent update:

check this out, fellas :D
silakan coba di klik sebelah sini, yang ini dan di sini juga.
those are some part of the play, NYARIS lengkap kalau saja momen di mana aku turun ke medan akting bisa ikut direkam (bagian saya main ga ada, karena ga ada orang nganggur yang bisa dimintain tolong megangin kamera lalalala -____-)

LOVE,