Monday, 19 November 2018

Man with a Mission "Chasing the Horizon" Tour Final: ONE MAN 2018 in Koushien Stadium, Japan


Apparently I'm still alive. Phew. That's quite a miracle. Akhirnya, akhirnya, AKHIRNYA. Pelaksanaan ibadah akbar yang bikin perut saya mules-mules saking nervous-nya sejak pertengahan tahun pun usai. Proyek #MengejarAnjingAnjing2018, atau boleh juga disebut dengan #MengejarSerigalaGantengGanteng2018, akhirnya sudah curtain call. It has become a past tense. Rasanya masih agak sulit percaya bahwa saya, manusia semenjana yang sehari-harinya berkutat dengan hidup ala kadarnya di sebuah negara dunia ketiga, jadi satu di antara 45,000 manusia yang membanjiri permukaan Hanshin Koushien Stadium, Hyogo, Jepang, tanggal 17 November 2018 kemarin untuk menyaksikan Man With A Mission.

This is going to be another unbelievably long of a concert rants and review. If you  still want to proceed, don't tell me I did not warn you. Brace yourself. OK? OK. Saya akan menuliskan full setlist beserta beberapa cerita maupun hal-hal random yang muncul ketika satu per satu lagu dibawakan (sekaligus melampiaskan perasaan fangirl). 

Here we go. 


Setelah sebelumnya menjalani antrian panjang demi mendapatkan merchandise konser, kali ini antrian dilakukan untuk masuk ke stadion. Sejak masuk barisan yang terbentuk satu jam pra konser, saya cuma butuh sepuluh menit di dalam lini sebelum berhadapan dengan petugas pemeriksa tiket yang merobek tiket saya sebagai bukti masuk. Did you read that correctly? FREAKING. TEN. MINUTES. Gile. So pro. Mobilisasi 45,000 penonton dilakukan cukup selama satu jam, yang mana antrian untuk masuk baru mulai terbentuk beberapa saat lebih awal. It was already cool back then when I was in ONE OK ROCK Ambitions Asia Tour in Singapore 2018's crowd, but this one was mindblowingly exceptional. This is military level of effectiveness and precision. As expected, Japan. You are indeed THE Shit. Saya hampir yakin semua konser di venue-venue gede Jepang penanganannya sekece ini, siapa pun musisinya.

Berhubung perolehan tiket konser di Jepang dilakukan lewat undian, penonton tidak bisa rebutan memilih posisi nonton paling pewe. Kebetulan kali ini saya dapat bangku tribun. Agak jauh sih dari panggung, tapi lokasi saya memungkinkan nonton tingkah polah kerumunan di standing arena yang tidak jarang kelewat heboh dan menambah keseruan. Ngomong-ngomong, sepanjang sebagian besar konser saya tidak mengambil foto, apalagi merekam video (dilarang oleh panitia, dan sejauh saya tahu sih orang-orang di sekeliling patuh-patuh; nggak ada yang unggah Instagram Story cuma demi eksis). Beberapa fancam yang muncul diperoleh setelah encore usai dan Spear Rib memperbolehkan penonton memotret sepuas hati.

Bukti menunaikan ibadah, Part One

Bukti menunaikan ibadah, Part Two.

Tepat pukul 16:00, jajaran layar besar di belakang panggung menayangkan skit video komedi yang intinya adalah pemaparan peraturan selama konser berlangsung. Tidak boleh merekam video dan mengunggah ke internet. Ponsel disetel ke posisi silent. Tidak terima telepon saat konser karena menganggu pengalaman nonton orang lain. Basically all that common sense. Right after the video ended, white smoke filled the stage. The lights were on. The intro started.

The crowd cheered.
I screamed.

Sesaat sebelum konser mulai. (Picture source: here)

  • M1. 2045
Ini titik di mana saya masih nyubitin lengan sendiri saking masih meragukan hidup yang dijalani. Tokyo Tanaka sounds exactly the same as recording, booming and very much regal, but with heavier breaths. Nggak heran sih. Siapa juga yang nggak repot nyanyi pakai full-face mask yang sekali pandang udah kelihatan kalau berat dan panas? Perpaduan vokal dengan Jean-Ken Johnny (hereinafter referred to as "JKJ" or "Johnny") rupanya jika didengar secara live memang sebagus itu.

  • M2. Broken People
The crowd in arena was awesome. Everyone was awesome. Sorakan "Yeah you goddamn broken people!" berhias broken English dari penonton menggelegar berkali-kali setiap chorus dinyanyikan. Here, I have made peace with my reality. I am here in MWAM's concert. Broken People yang digeber persis setelah 2045 membuat saya berpikir apakah mereka berniat memainkan lagu dengan urutan sama seperti album Chasing The Horizon. But no, apparently they didn't have such intention because after that song, we jumped right into...

  • M3. database
Lagu wajib setlist MWAM pertama yang dibawakan di konser ini. Sejak dirilis, saya kayaknya nggak menemukan performance yang tidak menyertakan database. Emang beneran wajib hukumnya. Kalau nggak nongol ya kagak afdol. Semua orang jejingkrakan gila-gilaan sepanjang durasi lagu ini dengan lengan terangkat ke udara, bersorak "Database!! Database!!" 

  • M4. Freak It!
Meskipun tanpa Tokyo Ska Paradise Orchestra, Freak It! tetap menyenangkan. Penempatan track ini setelah database juga terasa menyegarkan karena aura lagu yang lebih adem dan cheeky namun masih memberi kesempatan untuk berseru ke udara di chorus. Shake down your body!

Begitu musik berhenti, penonton disapa. Sesi MC singkat pertama sekaligus curi-curi kesempatan bernapas buat Tokyo Tanaka. Memperkenalkan diri sebagai Man With A Mission, mengucapkan terima kasih karena sekian puluh ribu orang sudah berkumpul di gelanggang Koushien demi menyaksikan konser mereka. Sempat pula minta orang-orang yang berasal dari selain Prefektur Hyogo untuk angkat tangan, ngecek berapa banyak manusia luar provinsi, kemudian lagi-lagi berterima kasih karena udah bela-belain walau jauh. Hmm.. jadi penasaran bagaimana reaksi mereka jika tahu ada cewek jelata Indonesia nyasar ke konsernya...

Freak out the party! (Source: official media picture)

  • M5. TAKE WHAT U WANT
Going upbeat again, TAKE WHAT U WANT elicited huge cheer from the crowd. Maklum lagunya lumayan lawas kan. Penonton yang sudah berkali-kali hadir di konser MWAM biasanya ada prediksi track-track apa yang rajin keluar. Terus terang... saya sendiri malah biasa aja sama lagu ini. Rasanya nggak istimewa-istimewa banget kok. Wakaka. Mohon maaf atas komentar kurang ajar barusan.

  • M6. Break The Contradictions
We've entered slower songs part. Nggak bisa dibilang ballad juga sih... tapi efeknya tetap berasa banget jika dibandingkan jajaran lagu-lagu sebelumnya yang cenderung angot-angotan. Di sini penonton banyak yang merangkul bahu kanan-kiri mereka dan menggoyangkan tubuh seiring melodi. Kenal nggak kenal, pokoknya sepanjang konser harus ikrib. It was cold and rather windy in such an open venue, but somehow I felt so warm.

  • M7. higher
Bagi saya, higher adalah lagu perdamaian a la Man With A Mission. It feels so calming and soothing. Begitu intro dimainkan, kelima layar besar di panggung menampilkan berbagai pemandangan di muka bumi. Macem channel National Geographic gitu dah. Sungai, pegunungan, wajah-wajah manusia tersenyum, langit membentang... sesuai dengan liriknya "...daichi fumishimete, we jump in the land to dance in the air so high"At this point my eyes started to water.

Tapi batal nangis. Alasannya? Skit video (lagi) yang diputar demi mengisi kekosongan saat water break. Jadi konon, Kamikaze Boy, bassist sekaligus chorus, belakangan ini mulai dirasa banyak gaya oleh rekan band dan para staf. Dulu sosoknya rendah hati dan nggak merepotkan, suka menolong bla bla bla... sekarang mulai suka sok ngartis dan bukti perubahan kelakuan ini adalah: beli sushi nggak dimakan sampai habis. Bingung? Ya sama. Bukti macam apa pula itu Fernando Jose???  Nah, agar Kamikaze Boy nggak kegedean kepala lebih dari yang sudah, JKJ memutuskan merencanakan prank dengan modus syuting iklan palsu. Skenarionya, di tengah-tengah pengambilan video, Kamikaze Boy digiring ke area yang sebelumnya sudah dipersiapkan lubang biar dese jatuh kejeblos di hadapan kamera. Sang korban yang kegirangan karena (disangkanya) berhasil terpilih tampil solo di sebuah iklan produk minuman yang diprediksi populer tahun 2800 pun dengan sukses terperosok ke liang sedalam dua meter. Tanpa kecurigaan sama sekali.

Taek banget sumpah.

Menggebuk drum dalam damai.  (Source: official media picture)

  • M8. My Hero
OK. BYE. FORGET WHAT I SAID. Air mata saya akhirnya menetes di tengah-tengah bergulirnya intro My Hero. 'Batal nangis' apaan, anjir. Padahal mestinya ini bukan lagu yang bikin mewek. But in my defense, the moment strings instrument started to play right when the fire from pyrotechnics burst into the sky, everything sounds a whole lot more intense and I could do nothing but cry. Cucok meong. Pas dengan kondisi psikologis saya yang banyak galau masa depan dan bimbang masa kini. Saya sama sekali tidak membayangkan akan ada kolaborasi dengan sejumlah musisi string. Kirain cuma Man With A Mission doang. Langsung dah auto beler. Tell me my hero, where you're going? What do I need to end my war?

  • M9. GET OUT OF MY WAY
Another made-for-arena kinda song. Sepanjang lagu ini, semua dengan penuh semangat mengangkat kedua lengan bergantian sembari meneriakkan "Get out of my way!" tiap kali Tokyo Tanaka merepetkan lirik chorus yang cepetnya minta ampun itu.

  • M10. Dead End in Tokyo
AAAARRRRRRRRRGGGHHHH. Aaaaaarrrrrgggh. Lagu mabok favorit saya. This. Song. Is. My. Absolute. Jam. Spontan saya menjerit begitu "In the dead end street in Tokyooo" mengalun, dan mulai detik tersebut sampai lagu habis saya sibuk singalong dari lubuk hati sembari bergoyang-goyang bak manusia kebanyakan menenggak miras. Well, to be fair, di lokasi konser memang disediakan kios bir sehingga jika memang berkenan ya bisa banget lah ngibing sambil berakrab-akrab ria dengan alkohol. I have unexplained attachment with this song. Like, way too attached. I really do. Barangkali karena sebagian liriknya mengisahkan tentang gadis perantau. Barangkali karena saya kerap merasa terjebak dan tersesat dalam hidup. Barangkali karena... ah, terserahlah. Whatever the reasons might be, dancing to this song is one form of pure happiness I can treasure.

Hey mister, I got everything that you want, so dream on. (Source: official media picture)

Moving to MC session. Nggak ngerti lagi udah berapa sering ucapan terima kasih disampaikan ke penonton yang bikin penutup tur di Koushien bisa terlaksana. "Malam ini memang berkumpul 45,000 orang di hadapan kami, dan bagi kalian yang sebelumnya nggak pernah ke konser kami sebelumnya, sekadar pengumuman aja: biasanya venue konser Man With A Mission nggak segede ini". Ngakak sih, namun sebagai salah satu fans yang tahu bahwa mereka lebih sering keliling Jepang melalui pertunjukan live house atau ikut festival musik, pengakuan jujur ini bikin rada terharu juga. Pemicu baper.

  • M11. Find You
One more beler-inducing track that night. Sebelum menggeber Find You, JKJ sempat menuturkan rasa terima kasihnya untuk yang kesekian belas kali pada fans yang sudah menemukan Man With A Mission dan mendengarkan musik mereka, serta mengungkapkan harapan bahwa semoga sampai kapan pun bisa tetap saling menemukan satu sama lain. Wah kacau. Saya lemah banget sama yang model-model begini; dan terbukti. Sesenggukan di tempat dalam waktu 10 detik. Apalagi mulai memasuki lirik pre-chorus, "Hajimari no ibuki owari no majinai, nandomo kasanete nemuru", penonton satu per satu mulai menyalakan lampu senter ponsel masing-masing dan mengarahkan ke udara. Menerangi seisi Koushien yang cahaya panggungnya disetel redup.

Auto cireumbay.

Di bagian terakhir lirik sebelum outro, saya benar-benar banjir air mata. Sibuk banget sumpah. Sebelah tangan melambaikan ponsel seiring melodi di udara, tangan yang satunya lagi ngelap-ngelap pipi yang basah berleleran. Thank you so much for the music, Man With A Mission. I will find you again, I will go finding you even if the world stops... 

  • M12. medley: distance ~ Dive ~ Smells Like Teen Spirit [NIRVANA cover]
Agak kecewa distance dan Dive nggak dibawakan secara utuh namun digubah jadi short version. The medley was awesome, though. Lagu-lagu dari album lawas memang kesannya agak beda dibanding yang baru. Banyak fans sudah familier dan hapal tindakan-tindakan apa yang biasa dilakukan demi meramaikan suasana. Anak kemarin sore kayak saya tinggal tengok kiri-kanan, kemudian nyontek mereka semua pada ngapain. Mengayunkan tangan? Ayoh. Ninju udara? Hokyah. Lonjak-lonjak di tempat? Bring it on. Singalong? Hello, hello, how low?


Pindah ke panggung di seberang arena. (Source: official media picture)

  • M13. Instrumental break: Spear Rib & DJ Santa Monica (WELCOME TO THE NEW WORLD)
Sementara Tokyo Tanaka dan JKJ minum sebentar, panggung dikuasai Spear Rib dan DJ Santa Monica. Sesaat suasana berubah jadi macem DWP. DWP yang beneran, bukan Dibyo Warehouse Project.

  • M14. Sleepwalkers
Nothing here to worry, nothing here to weep, tell me one good story to let it go and sleep. Saya tidak menyangka penampilan lagu Sleepwalkers akan jauh, jauh, JAUH lebih hore, oke, dan menghanyutkan ketimbang versi rekamannya. Teduh banget. Payung aja kalah teduh. Dibawakan secara akustik dengan tambahan instrumen strings, penonton melengkapi suasana lewat mengulang skenario ketika Find You: menyalakan lampu senter pada ponsel. Bedanya, ready stock air mata saya sudah ludes ditumpahkan saat My Hero dan Find You. Kali ini, saya agak berkaca-kaca. Nggak sampai mewek. 

Hanging with the fairies, huh? (Source: official media picture)

  • M15. Overture + Hey Now
It won't be a lie if I say that Hey Now performance was one of the strongest highlights of this concert. Setelah overture panjang yang menjembatani mood ballad Sleepwalkers dengan tempo upbeat Hey Now, mendadak di tengah-tengah lagu penonton tribun diminta mengecek bagian bawah bangku dan mengambil balon tiup yang sudah dipersiapkan. Sementara geng tribun meniup balon, gerombolan arena diarahkan untuk jongkok serendah mungkin, dan di hitungan ketiga, bersamaan dengan musik, penonton arena melompat tinggi sementara balon-balon yang tadi ditiup serentak dilepaskan ke udara. 

Pemandangan seluruh penjuru Koushien kala itu seperti ini:

Itu semua balon, oke. Bukan replika sperma beterbangan. (Source: official media picture)

  • M16. Raise your flag
RED. RED EVERYWHERE. At this point I assume it's safe to conclude that Raise Your Flag is Man With A Mission' war cry. Pecah banget koor penonton di bagian intro. Semuanya kompak, "Wooooo ooooooh!!" berasa pasukan mau maju perang. Berasa siap disuruh masuk Gundam kapan saja. Berasa sewaktu-waktu bisa merangsek tawuran versus siapa pun. Moshing pit di standing arena demi apa pun ganas banget pas lagu ini. Bergolak. Gerak terus kayak lahar dalam kawah Mordor.

Berlomba menjabat tangan oshi(Source: official media picture)

  • M17. Please Forgive Me
Perfect. Sempurna. Tanpa cela. BAGUS BANGET ANJENG. Please Forgive Me, though a great track, is rather unexpected to sound incredibly good in live performances. Saya nggak menduga versi live-nya bisa demikian mantap jaya. Buildup dari mellow ke paruh akhir yang lebih rock-ish dan bertempo cepat benar-benar bikin hampir nangis. Hampir. Maklum, mata saya masih kering akibat Find You dan My Hero. If there is only one song of Man With A Mission that a fan must listen to its live version, I'd highly recommend this track. Sekadar pesan layanan masyarakat: meski judulnya tentang permintaan maaf, ini bukan lagu yang tepat untuk diputar kala hari raya Idulfitri. Yaiyalah. 

  • M18. FLY AGAIN
Saya mau jujur dikit deh. Penempatan FLY AGAIN di sini tuh rada aneh, kalau nggak boleh dibilang aneh banget. Mood-nya nggak selaras. Agak timpang gitu lah. Untung lagunya seru sehingga masih bisa dinikmati. Untung sayang sama band-nya (ini sih yang terpenting; segalanya lebih gampang diampuni).

  • M19. Chasing The Horizon
"Our last album was titled 'Chasing The Horizon' in a hope that we can keep chasing new scenery with our music. Today, we have saw the best scenery thanks to your participation. Please keep running with us, a weird band consisting of five wolves who created fake commercial videos just to prank a friend. Please let us be in your care," they conveyed that message before getting into the song. Siapa juga yang gak baper ya diomongin gitu sama idolanya. Suer dah demi apa. Hobi bener bikin dada nyesek. Di titik ini, saya nangis lagi. Mewek on repeat.

  • ENCORE: M20. Take Me Under
FUCKING FINALLY. Sejak medley digeber, saya sudah cranky sendirian mempertanyakan kapan Take Me Under dimainkan. It's worth all the wait. It's definitely worth all the waiting hours. Energi semua orang seolah-olah selesai di-recharge penuh dalam sekejap. Lonjakan-lonjakan dan ayunan lengan-lengan di udara terasa full throttle, bak konser baru saja dimulai. SO TAKE ME DOWN WITH YOUUUUUU!

  • ENCORE: M21. Winding Road
Suara Tokyo Tanaka kala menyanyikan "Someday we will find out the truth..." sanggup bikin ketuban pecah. So much depth. So much intensity. I shit you not. This track is definitely heavenly. Kayaknya nggak berlebihan apabila saya bilang betah ngedengerin lagu ini terus-terusan sampai tahun baru 2019.

  • ENCORE: M22. Emotions
I did not expect this. I DID NOT. For real. Sehingga tatkala intro Emotions yang  bercampur suara menggema menyerupai narator gim genre petualangan berkumandang di sekujur sisi Koushien, saya mengeluarkan jeritan melengking bak kucing keinjek ekornya. Man, this is pleasant surprise. Kirain tuh udah kelar gitu aja encore... mentok sampai Winding Road doang. Eh ada Emotions dong huhu membludaklah ratapan bahagia hamba di tribun Koshien. You're the ones who changed my world I know by your hands, wolves. 

Setelah musik berhenti dan gelegar tepuk tangan yang membahana sepanjang sekian harakat mereda, Spear Rib secara resmi mengangkat larangan mengambil foto dan video. "Ayo sini kalian boleh foto-foto kami sepuasnya!" dia bilang sambil jalan-jalan sepanjang panggung, yang berujung peluk-pelukan Teletubbies dengan Kamikaze Boy. Widih dalam sekelebatan mata langsung semua tangan di udara megang ponsel. Jeprat-jepret. Rekam-rekam. And of course: the mandatory group shot.

Semuanya aja kalian suruh topengan. (Source: official media picture)

Iya iya mas. Kami semua juga sayang kok. (Source: here)

I still can't believe the concert has become a thing in the past.


Rasanya masih terlalu nyata. Kepala nggak cukup punya kesadaran untuk memproses. It was an absolute happiness; a dream came true. Chasing the wolves all the way to another horizon has gotten a checklist. Done. Nggak nyangka sedikit pun bakal bisa begini. This will be one of the greatest treasures in my life and I will do my best not to make it the last thing. Tolong kalian nggak usah pakai acara bubar atau kenapa-napa dulu ya. Oke? Oke.

Sebelum penonton dibubarkan, setiap anggota Man With A Mission melemparkan suvenir kepada kerumunan di standing arena. Yah, itung-itung hadiah jerih payah desek-desekan dan berdiri sepanjang dua jam lebih lah. Sementara itu, saya sibuk memunguti kembali balon yang berjatuhan di area tribun untuk dibawa pulang sebagai bentuk fisik kenang-kenangan.

Aaaaaand... it's a wrap. (Source: here)

Thank you, Man With A Mission.

See you again. Hopefully it doesn't take too long. Semoga di kesempatan berikutnya saya bisa dapat standing arena walau harus mewaspadai moshing pit. Let me get drunk on Dead End In Tokyo, next time. GAW!

z. d. imama

2 comments:

  1. akhirnyaaa yaaaa. harusnya balon-balon yang kamu pungut diupload juga di blog :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sekali nggak kepikiran buat motret, sekarang balonnya udah pada kempes :))))

      Delete