Showing posts with label events. Show all posts
Showing posts with label events. Show all posts

Wednesday, 12 August 2020

All I know is that my love for you is real, Travis "We're 42,8% Kaito" Japan.

Wednesday, August 12, 2020 2

If you're not familiar with Johnny&Associates, then maybe this post is just not for you. But if you insist to read a truckload of intense feelings for people you've probably never heard of, and a bunch of song titles most of which will not be able to find in Spotify or other digital services, seeping through my fingers and spilling on this page, then go ahead

So, this story begins with an awful pandemic.

Berkat sepak terjang COVID-19 yang rasanya udah kayak serbuan alien yang sulit dilihat mata seperti kisah Animorphs, konser-konser yang biasanya dilakukan 'manual' jadi banyak berubah haluan ke live streaming. Termasuk acara konser dari talent-talent dan grup dalam kantor agensi Johnny&Associates, yang juga merupakan tempat Arashi bernaung. Mengingat saya sudah pernah beberapa kali menyebut Arashi di sini, termasuk pada saat membeberkan sejumlah musisi dan artis yang diskografinya secara rutin saya simak, mungkin sekarang arah tulisan ini mulai jelas.

Now, enter... TRAVIS JAPAN.


I'll be quick in introduction. 

Travis Japan's main weapon is their dancing versatility. This is one group with practically 'the highest demand' for back-dancing their senior groups in concerts and live tours because when you have them, then you are guaranteed quality. They are currently an undebuted group, albeit 8 years has passed since their formation (so if anyone ever say to me that becoming an idol in Japan is easier than in the neighboring country, I think I'll punch them in the face with my bare hands). The group now—and I'd like to think about this as a permanent thing instead of temporary—has seven members: Miyachika Kaito, Nakamura Kaito, Shimekake Ryuya, Yoshizawa Shizuya, Kawashima Noel, Matsukura Kaito, and Matsuda Genta. Note how three of them are named Kaito. THREE. Out of seven. So yeah, I guess that should explain my blog post title.

Anyway

SUMMER PARADISE, pekan konser tahunan yang menampilkan talent-talent J&A yang memang diadakan di masa liburan musim panas, untuk kali ini harus ikut berpindah medium ke live streaming. All thanks to the unrelenting COVID-19. Konser akan ditayangkan live dari venue yang hanya diisi performer dan staf produksi seperlunya. Namun perubahan ini sekaligus berarti bahwa saya, manusia jelata penghuni negara dunia ketiga yang duitnya tidak seberapa, jadi bisa ikutan nonton dari layar laptop di kamar kosan karena tidak harus repot-repot mengejar nun jauh ke Jepang sana. 

SUMMER PARADISE ROAD TO HALAL 2020, HERE I COME.


Tampilan layar menunggu dimulainya live stream.

Tahun ini, masing-masing anggota Travis Japan mendapat kesempatan solo performance alih-alih grup, dijadwalkan mulai dari tanggal 1 Agustus hingga 10 Agustus 2020 lalu. Jujur saja sebagai penggemar, saya agak cemas-cemas gugup. Travis Japan gains confidence the most when they're flocking together and some are rather shy by themselves. Will this be OK? Like, really? Namun di sisi lain, peluang ini mungkin bisa 'memaksa' mereka untuk jadi lebih pede dan mandiri. Sekaligus cek ombak kalangan pendukung dan penggemar: kalau dipencar model gini masing-masing member sanggup bawa duit berapa? J&A memang paling jago kalau udah perkara mengeruk uang dengan dalih cinta.

That being said, I ended up letting them take my money.
No regrets here.

Konser SUMMER PARADISE Travis Japan dibuka dengan penampilan Kawashima Noel, member tertua sekaligus satu-satunya orang yang paling tidak saya khawatirkan. Noel ini... serba bisa. Pinter, baik hati, jago nyanyi, bisa akrobatik, loyal, dermawan, nggak gampang marah, bisa diajak bercandaan bego-begoan, dan sejauh ini kelihatannya sih tidak menilai orang dari sekadar penampilan luar. Salah satu kandidat kuat Asia's Next Top Kesempurnaan, lah. Performa Noel sang top batter alias pemecah telor banyak menuai pujian penonton di media sosial. Ekspektasi langsung tinggi untuk sisa jadwal SUMMER PARADISE tahun ini.


Kawashima Noel, yang hampir selalu kejatah giliran pertama untuk banyak hal.

Saya mulai mules karena hari berikutnya, Nakamura Kaito, tampil sendirian. Ketika anggota Travis Japan lain ditemani sejumlah adik-adik sesama Johnny's Junior—semacam istilah untuk 'trainee', atau talent yang belum debut—sebagai backdancer, Nakamura Kaito diumumkan akan benar-benar tampil sendokiran. Pikiran saya sudah cemas nggak karuan. Apa ntar nggak bakal kelihatan kosong dan sepi banget nih panggung? Kaito, kamu bukan mau stand-up comedy. Kamu mau konser. Seriusan nggak mau ngajakin... yah, siapa kek...? Buat dijadiin penggembira?

Eh, ternyata dia nongol-nongol kayak gini:



Pusing seketika.


Kaito muncul di backstage yang diatur menyerupai kamar dan sorotan kamera tanpa henti mengikuti dia bergerak naik ke panggung. Mantap, Bang. Jagoooooooo. Ide menggunakan kamera jarak dekat benar-benar brilian, sih. Panggung nggak kelihatan kosong karena satu layar literally penuh terisi dia semua. Pun jadi terasa... uh, intens. Jantung sudah anjlok sampai ke dengkul bahkan sejak tiga menit pertama.

But nothing, I mean, NO-FUCKING-THING, prepared me for THIS:


NAKAMURA KAITO YOU THIRST TRAP.

ASTAGHFIRULLAH... MAS, KAMU HARUSNYA NARUH RATING "R" ATAU MINIMAL "PARENTAL ADVISORY" BUAT KONSER INI... ISN'T THIS WHAT THEY CALL AS EXPLICIT CONTENT??? Mentang-mentang orang Jepang kemampuan rata-rata bahasa Inggrisnya B aja terus kamu kayak gini? Di pertunjukan yang kemungkinan besar juga ditonton anak-anak di bawah umur? Tunggu dulu, Bos—kamu ngerti nggak sih apa yang kamu nyanyiin? Ngerti, kan? Ini tuh SENGAJA, ya?

*Menenggak segalon air untuk mendinginkan suhu tubuh yang mendadak panas.*
*Menarik napas dalam-dalam.*

Well. In hindsight, this is the very same guy who picked Johnny's WEST's "YSSB"—out of all songs he could pickfor his own production corner in Travis Japan's concert last year. Masuk akal sih kalau tahun ini Kaito memutuskan untuk mengakselerasi level kehausan yang diakomodasi dalam pertunjukannya. Barangkali label 'seksi' untuk member Travis Japan secara resmi disematkan ke Matsuda Genta, tapi udahlah mari kita semua sepakat mengakui bahwa penyumbang faktor dahaga terbesar memang terletak di Nakamura Kaito. (Please don't make me say anything about that moment when the camera closed in on his crotch grinding and my brain short-circuited pathetically.)

On a more sane and sober topic, I do think Nakamura Kaito did things excellently well despite performing alone. And oh gosh, I love how he put attention to the lighting as they help set the mood. So, so many beautiful moments I ended up doing screenshoot frenzy. Dominasi shot-shot jarak dekat berhasil menimbulkan intimasi khusus sekaligus membantu mengaburkan fakta bahwa tidak ada orang lain yang berada di atas panggung selain dia. Saat pada akhirnya muncul long shot, efeknya jadi lebih impactful dan nggak terasa melompong karena ada nuansa tersendiri yang ditampilkan. Misalnya begini:



This man has Aesthetic with a capital A, bold letters and he knows it too well.


AND DID I SAY "THIRST TRAP" BEFORE??? 
I DID YEAH???



Sepertinya habis ngonser perlu solat tobat.

But at the end of the day bitches be like crying and bawling in front of a laptop screen over Nakamura Kaito's weird-ass hand-drawn short story telling you about Travis Japan's longtime blood-sweat-and-tears journey on a huge background screen. I am bitches.


Begitu live streaming konser Nakamura Kaito selesai, rasanya kayak mau pingsan aja. Emosi dan libido terlalu banyak dipermainkan. Capek. Padahal cuma mantengin laptop. Nggak masuk akal, emang. Tapi nyata. Bahkan saya menumpahkan perasaan di tulisan ini sesudah ketujuh member Travis Japan selesai manggungyang mana artinya sudah beberapa hari berlalu sejak penampilan Nakamura Kaito, namun gejolak emosional itu kembali menghempas. 

Sujud syukur alhamdulillah ya Rabb, yang tampil setelah Nakamura Kaito tidak lain dan tidak bukan adalah: Matsuda Genta. Anggota termuda sekaligus yang paling... selow. Terima kasih, Genta, telah mengembalikan kewarasan dan kestabilan psikologis karena konsermu yang mood-nya bener-bener mengundang penonton untuk lesehan dan leyeh-leyeh bersama. Betapa Genta masa bodoh dengan imej Travis Japan yang dance-heavy dan justru memutuskan tidak pakai koreografi kompleks di sebagian besar durasi dan memperbanyak goyang-goyang hore ala kadarnya terasa menghibur dan menggelikan. Seolah-olah ini merupakan kesempatan emasnya untuk... 'cuti'.

Setlist Genta yang pada dasarnya cuma terdiri dari lagu-lagu Shonentai, KinKi Kids, Arashi, dan Hey! Say! JUMP juga bikin senyum-senyum cekikikan. Ada sekian banyak grup dan artis senior di J&A dan dia hanya melibatkan empat nama. It's as if he went, "Nah screw it, I'll only perform songs of my most favorite people and what I like to sing in my bathroom at home" and that's that. Khas Genta banget. It doesn't feel as dramatic or emotionally-draining as Nakamura Kaito's show, but Genta's solo concert is a peaceful night after a violent storm and I appreciate it VERY MUCHGenta's warm vocal really offers soothing sensation.

One of my favorite scenes.
 
The camera work, though... it's rather unflattering. Ada banyak momen di mana mestinya gambar yang ditampilkan bisa lebih atraktif dengan cara berbeda, atau dari sudut berlainan. Bulan purnama di gambar sebelumnya juga nggak tampak bulat sempurna kan? Semacam membatin, "Coba kameranya digeser dikitttttttttt lagiiiii... plis plis PUHLEASE". And during "PINK" (originally performed by Hey! Say! JUMP's Yaotome Hikaru) the camera moves around a little too much it's rather hard to watch, and at times it doesn't show the right angle. Sepanjang lagu dibawakan, shot yang nendang pas dilihat rasanya hanya di chorus terakhir. Rada kocak lihat huruf PINK segitu gede tapi background-nya pakai warna biru, member color Genta.


Mendekati penghujung pertunjukan, Genta muncul dalam kostum yang menurut pandangan mata saya, mirip baju santri mau berangkat ke langgar, ikut ngaji. Mana dia lepas sepatu dan memilih nyeker, pula. Saya harus menahan diri supaya nggak buru-buru login situs Archive of Our Own dan berakhir bikin fanfic Genta jadi mualaf.


Belajar mengaji bersama Matsuda Genta.

So, Genta's turn is wrapped up
Giliran berikutnya adalah the Pretty Boy of the Group, Shimekake Ryuya

Saya sampai sekarang kadang-kadang masih suka lupa kalau Travis Japan isinya cowok-cowok semua, saking Shime punya pembawaan relatif kalem dan nggak terlalu banyak heboh ngomong, lengkap dengan penampilan yang lumayan... um, effortlessly androgynous. Imej 'manis', 'menggemaskan', dan 'imut' sangat melekat erat dengan Shime, yang padahal kalau ditatap cukup dekat, jakunnya kelihatan jelas banget (tolong jangan bertanya kenapa mata saya jelalatan mantengin jakun orang; each to their own personal kink). Konser tunggal Shime juga dibuka dengan (adegan) yang manis-manis. Anggaplah buka puasa bagi para penggemar.


Namun terus terang, dibandingkan Cute Shimekake, saya lebih nggak kuat kalau ketemu Serious Shimekake, yang mana pada pokoknya hanya Shime pasang wajah serius dan aura galak, sangar, nan jutek. Widih auto panas-dingin. Meriang dalam sekejap mata. Dibandingkan berhadapan dengan Shimekake Ryuya sewaktu sedang kalem-kalem cantik:


Lebih memilih Shimekake Ryuya yang sedingin freezer kulkas:



Benar, mas Ryuya. Barangkali saya terlanjur kehilangan kewarasan. Sanity 404 not found, gitu deh. Tapi coba saya tanya deh: ini semua GARA-GARA SIAPA? Hmmm? Nggak sadar diri?  Sama sekali? Harus banget dijelasin satu-satu?

For real, though. Shime looks damn good in that deep red shirt. 


Especially when surrounded with scattered feathers.


*Me glancing nervously at the clock.*
*Clock showing 2:29 AM and I'm still here writing a long-as-fuck blog post about fangirling.*

Yep. It's too late can't stop myself. Tooooootally relatable.

Melalui tulisan ini saya hendak menghaturkan terima kasih kepada mas Shimekake Ryuya, sebab berkat keputusannya memasukkan lagu NEWS ke dalam setlist solo show, akhirnya saya bisa kembali mendengarkan diskografi grup tersebut tanpa dirundung perasaan pait sepet bagai brotowali. "BLACKHOLE" is a banger and somehow it suits him. Sekarang tiap bersenandung "Like a blackhooooole~" refleks sambil chest rolls.

*P.S.: that leg moves in the choreography is BOMB. Love, love, LOVE that moves.

Kejutan lain dari Shime adalah, dia ternyata punya satu lagu yang koreografinya dibuat bareng-bareng Yoshizawa Shizuya, yang mendapat giliran tampil persis keesokan harinya. Ibarat novel Twilight lah, ada yang diceritakan dari perspektif Bella Swan, lalu ada juga yang berdasarkan sudut pandang Edward Cullen. Lagu ini kebetulan konsepnya mirip-mirip itu. Shime dan Shizuya sepertinya secara sadar dan aktif berniat mengabadikan kapal mereka berdua, deh. Ya gapapa kok. Boleh. Tetaplah berlayar, kapalku tersayang. Aku percaya walau badai menghadang, kapal ini tidak akan karam.


KURANG EMO APA COBA? INI APA SIH? CINTA YANG TAK BISA BERSATU?

Jadi setelah diyakinkan oleh penampilan Noel, dibikin jungkir-balik all thanks to Nakamura Kaito, didamaikan kembali oleh Genta, dan terpesona sama Shime, berikutnya saya dibuat terkaget-kaget menyaksikan konser tunggal Yoshizawa Shizuya. PARAAHHH NGGAK ADA OBAT. Keren. Mentok. HOLY SHITTTTTT, MAAAAN. Duh, gimana ya ngomongnya?? 

How to explain this intense feelings of "being blown away"???

Rapi maksimalll. Super duper well-done. Well-balanced. Well-put. Well-thought. Everything feels... right. SHIZUYA YOU ARE THE MVPMAN OF TASTE. MAN WITH RIGHTS. Udah sana ambil sepedanya, ambil semuanya, ambil sepabrik-pabriknya. You deserve it. You deserve everything. Semuanya berada di tempat yang tepat, muncul di waktu yang tepat, dengan porsi yang tepat. Transisi antar lagu muluuuuuusssss nggak ada cela. Bahkan sorotan kamera kali ini rasanya memuaskan. Mengakomodasi highlight pertunjukan. This, my friends, is pure talent right here. Expect no less from a man who chose Kis-My-Ft2's "Break The Chains" for his own corner in last year's Travis Japan concert. He delivers. He always does. And he always will.


NO SHIZU YOU ARE A VERY BEST BOI. TRUST ME.

Shizu is also in the mood for a summer holiday.
He invites everyone over because he's simply that guy.


Vokal Shizuya stabil banget sepanjang konser. Like, WHOA. Jujur deh, selama ini saya merasa teknik vokal Shizuya relatif ada di tengah-tengah dan cenderung tidak muluk-muluk, sehingga lumayan kaget saat nyanyi sendirian sepanjang konser yang bisa dibilang hampir fully choreographed ternyata berhasil nggak kedodoran. Habis joget jingkrak-jingkrakan seketika disambung nyanyi pakai standing microphone juga lancar jaya. And the setlist pick is pure gold. Ohno Satoshi's "Bad boy"? Arashi's "Fukkatsu LOVE" and "Summer Splash!"?  Hey! Say! BEST's "Speed It Up" and finished it off with Hey! Say! JUMP's "Asu e no YELL" before performing "Together Now" with the rests of Travis Japan members?

This is what they call Taste.

AND THESE LIGHTING SPECTACLES...

I SWEAR TO ALL GODS PEOPLE BELIEVE IN, SHIZU YOU ARE THE MVP (Part Two).


Distracting thoughts: oh shit those legs... those thighs in blue jeans are T H I C C <3



Five members done for now.
Two more to go.

Matsukura Kaito menggeber salah satu lagu Kanjani8 kesayangan saya, "LIFE ~Me  no mae no mukou e~" untuk membuka penampilannya hampir membuat saya menangis. Lagu ini punya banyak kenangan. Kalau boleh bikin pengakuan, saya sampai sekarang belum berani mendengarkan versi aslinya lagi sejak Shibutani Subaru dan Nishikido Ryo hengkang. Nggak kuat. But you've given it another meaning, Matsukura. Mungkin saya akan coba setel lagunya lagi nanti. This time, maybe I'll remember you singing it instead of the pain of being left behind.

Ending song YouTube Travis Japan ikut dinyanyiin versi lengkapnya. 


His rendition of Domoto Tsuyoshi's "Panic Disorder" is SO, SO FRIGGIN' GOOD. His vocal has this... edge, very fitting for a rock ballad. Or just a rock songs in general.

Tapi menyangka seorang Matsukura Kaito akan tampil keren sepanjang durasi konser tunggalnya kayaknya merupakan sebuah kesalahan. Tahu-tahu dia mak jegagig balik nongol di atas panggung dalam keadaan sudah berganti sepatu roller skate dan berpenampakan mirip preman kampung yang mau meramaikan hajatan pesta tujuh belas Agustusan. Lengkap ditambah aksesoris hiasan bulu merah-putih di kepala. Katanya, musim panas itu identik dengan roller skate. Random abis.

BAPAK-BAPAK, IBU-IBU, ANAK SIAPA INI TOLONG DIJEMPUT...

Lirik lagu "Kis-My-Calling!" milik Kis-My-Ft2 yang diubah menyesuaikan anggota Travis Japan benar-benar menggemaskan karena adik-adik Shounen Ninja yang didapuk sebagai backdancer pura-pura jadi Travis Japan bermodalkan uchiwa ditempel foto muka. Berhubung kekurangan orang, Kitagawa Takumi harus kerja keras memerankan double Kaito, alias Miyachika Kaito dan Nakamura Kaito secara bersamaan. Saya nggak kuat nahan ngakak mendengar Kawasaki Koki nyatut kata-kata Shime, "Ciuman yuk? Ah, nggak dulu deh," yang sebenarnya merupakan monolog Shimekake Ryuya dalam YouTube Travis Japan sewaktu endorse lipbalm Givenchy. Bagi yang penasaran lengkapnya gimana, silakan klik sebelah sini.


Kerasa banget bahwa Travis Japan memang sayang satu sama lain. Lagi pertunjukan tunggal aja masih keingetan dan nyeret-nyeret anggota sisanya. Mulai dari ada yang dateng nonton terus malah diseret naik panggung buat ngebantuin ganti baju, dateng nonton beramai-ramai dan berusaha menunggangi sesi MC dari bangku atas dengan teriakan-teriakan rusuh, telepon (terskenario) di tengah-tengah konser, hingga dibikinin bajakannya demi bisa diajak manggung bareng.

Kenapa sih grup yang saya sayang emo-emo semua gini, ya Rabb...

Terakhir. Pertunjukannya Miyachika Kaito.

The leader of the tiger pack.


Perut saya kerasa diremes-remes bahkan sejak pagi. Miyachika, yang kerap disapa 'Chaka' untuk mempermudah penggemar (dan orang lain) memanggil ketiga Kaito dalam satu grup, di mata saya adalah orang yang sering cengengesan haha-hehe dan ngebercandain kanan-kiri, tapi sebenarnya sangat serius, ekspresif, sekaligus sensitif. Sedikit banyak mengingatkan saya pada Ninomiya Kazunari, member Arashi. Dia tahu betul batasan mana yang tidak boleh dia langkahi. Dia mengerti orang seperti apa punya seberapa tingkat toleransi terhadap ledekan yang bagaimana. He knows exactly what words to choose when speaking to whom.

Miyachika also has the knack of expressing what he wants to convey on stage, through movements, small gestures, and facial expression. In a little bit more natural, personal way compared to the others. Ya Allah. Tampaknya saya tidak akan pernah siap secara mental untuk menghadapi apa yang Miyachika hadirkan di SUMMER PARADISE 2020 ini.

And ready I am not.
Asli sampai gemeteran sebadan-badan.

But here it comes...




Miyachika kicking off the show in a crimson red-themed stage saying "We are the rules" in all his regal glory gets me floored. Melorot dari kursi ke lantai kamar tak berdaya. Kayak handuk basah. Lemesssssss. SEMBAH SUJUD PADUKA MIYACHIKA. IF THIS AIN'T KING SHIT THEN I DON'T KNOW WHAT ELSE. This is the King claiming his throne. And he'll take it. He'll grasp it with his worthy fingers.

And he'll do it while looking glorious.


Namun yang menguras habis air mata saya justru ketika Miyachika menampilkan "Rolling days", lagu solo Sakurai Sho favorit saya dari album Arashi tahun 2015 silam, Japonism. Konsep 'tahanan kabur' dan koreografi teatrikal yang dibawakan amat sangat baguuuss nggak ngerti lagi nggak tahu harus ngomong apa lagi kecuali "ANJIR ANJIR ANJIR ANJIR ANJIIIIIIIIIRR" di hadapan layar. Keputusasaan sekaligus harapan yang dikisahkan lirik lagunya terasa semakin nendang. I feel like being gutted. Dada langsung sakit. Ampek. Nyeseeeeeekkk sejak sepuluh detik awal. 

Lalu tiba-tiba pas nyadar udah nangis bercucuran. 





His pained eyes that seem to scream desperation give me chills.


But the killing punch, the one that makes the last defense of my tear glands broke and everything spills down on my cheeks, is here: right when Miyachika opens both arms wide and sings, "Owari nante kowakunai no sa—I am not afraid of the end". It feels... oh dear Lord, IT FEELS REAL

Miyachika said he is not afraid of the end and I think he means it.


Seakan-akan "Rolling days" adalah Miyachika memproklamasikan bahwa dia siap menghadapi semuanya, bahkan sekalipun itu sebuah 'akhir'. Selama bertahun-tahun lamanya Travis Japan terus ada dan diombang-ambingkan ketidakpastian, diterpa banyak hal, menelan kekecewaan sekaligus mengalami berbagai hal-hal menyenangkan. The group has gone through so much, almost nothing feels like new surprise anymore. Entah kenapa bagi saya ini seperti cara Miyachika menyampaikan bahwa dia hanya fokus akan menikmati hari-hari bersama Travis Japan tanpa terlalu ambil pusing tentang yang lain.

He has nothing to lose.
He is not afraid of anything, not even the end.
So he's saying to come at him. Try him.

Barangkali saya yang kelewat baperan. Mungkin saya cuma overthinking. Meneketehe. But to me it sure feels that way. Apalagi kemudian di setlist muncul lagu-lagu seperti "To my homies" milik Arashi disambung "Macchigacchainai" kepunyaan Johnny's WEST. This stage is his story. And Miyachika doesn't think that he's mistaken. He believes that he didn't make a wrong choice.

And I think he's right.

Usai "Together Now" dinyanyikan, rupanya berhubung kali ini adalah panggung penutup giliran Travis Japan di SUMMER PARADISE 2020, keenam anggota lain ikut muncul. Bertujuh ngobrol-ngobrol sebentar, mengucapkan selamat ke Shizuya yang ulang tahunnya bertepatan dengan konser solo Miyachika, dan terakhir: foto bersama. Buat dipajang di Instagram. #Penting


*Menghela napas panjang.*
*Mengelap air mata yang beleber lagi.*

Ya Allah... Saya sayang Travis Japan. Nggak ketolong lagi. Asli. 

Rangkuman kesan SUMMER PARADISE Travis Japan 2020 di benak saya kira-kira begini: Yoshizawa Shizuya the Mr. MVP, Miyachika Kaito is my emo King, dan Nakamura Kaito paling banyak mengandung muatan maksiat. Dah gitu aja nggak perlu kepanjangan. Seneng sih, karena rupanya kekhawatiran saya sebelum acara sedikit berlebihan. These guys are alright. They are doing awesome. And now I am here having an enormous feelings hemorrhage.

Jadi, ngomong-ngomong nih, Bapak Presiden Takizawa Hideaki... 
Kapan Travis Japan didebutin?

z. d. imama

Sunday, 25 August 2019

Attending "The Junctions of Fiction": Yuki Kajiura Live Vol. #15 in Hong Kong

Sunday, August 25, 2019 0

Sosok dan nama Kajiura Yuki saya kenal saat masih duduk di bangku pendidikan Sekolah Dasar. Itu pun baru sekadar tahu. Terima kasih sebesar-besarnya saya haturkan kepada serial anime Gundam SEED yang dengan ending song terbaiknya, あんなに一緒だったのに (Anna ni Issho datta no ni―Although we were always together), membuat saya menyadari eksistensi grup duo See-Saw. Ishikawa Chiaki mengisi vokal, sementara sosok di belakang keyboard yang bertanggung jawab dalam aransemen dan segala tetek-bengek penulisan lagu adalah Kajiura Yuki. Memang secara konsep, See-Saw ini persis Ratu tapi versi wibu. Gimana ya. Cewek berdua. Satu orang vokalis, satunya lagi keyboardist merangkap panitia umum. Kurang mirip apa. Sekarang grupnya sama-sama udah bubar pula.

Semenjak hari bersejarah yang terjadi kurang lebih sepuluh tahun silam itu, saya berusaha mengikuti karya-karya Kajiura Yuki. TERNYATA BUANYAK BET. Diskografinya tidak sedikit berupa musik serta lagu-lagu untuk serial anime, drama, bahkan gim. Musik yang lahir dari tangan Kajiura Yuki terbilang... kompleks. Rincian genre yang tertera di laman Wikipedia ada seabrek: baroque pop, contemporary classical, world music, electronic, folk, orchestral, new-age, ambient, electronica, dark ambient, progressive rock, progressive metal, operatic pop... dan masih banyak kategori lain yang saya sama sekali nggak ngerti apa deskripsinya dan bagaimana teori definisinya. Saya cuma tahu bahwa semua musiknya, yang mana pun penggolongan mereka, terdengar sangat indah dan megah di telinga.

Masih ingat Kalafina? Grup vokal trio yang beberapa kali saya singgung namanya dalam blog dan baru pecah kongsi awal tahun 2018 silam saya bela-belain beli tiket VIP pas datang ke AFAID 2013 lalu, juga diproduseri Kajiura Yuki. Masa-masa saya berandai-andai halu, berharap bisa datang menyaksikan langsung konser yang kerap dinamai "Fiction Junction"―pseudonym Kajiura Yuki saat berkarir solo―pun berlangsung sekitar satu dekade lamanya. Hingga hari Minggu bersejarah tanggal 4 Agustus 2019 silam terjadi, di mana saya berada dalam Asia-World Expo, Runway 11, Hong Kong, menatap sosok komposer kesayangan menggeber lagu demi lagu bersama tim band serta vokalis-vokalisnya dalam konser bertajuk "Yuki Kajiura Live Vol. #15 ~The Junctions of Fiction~" dengan muka beler lantaran tidak berhenti menangis.

LOOK WHAT YOU MADE ME DO, KAJIURA YUKI.
*In Taylor Swift's voice*

Jajaran vokalis dari kiri ke kanan: Joelle, Kaida Yuriko, Keiko, dan Kaori.

Playback Historia: opening theme mengalun dari speaker sewaktu saya menapakkan langka perdana ke dalam ruangan konser, mengikuti arahan staf penyelenggara. Pada detik yang sama, kenyataan yang semua masih terasa ngambang di awang-awang, menghantam benak saya. Menyadarkan diri di mana lokasi saya berada. Apa yang hendak saya lakukan. Apa yang bakal saya alami tidak lama lagi. Ujung-ujung jari tangan dan kaki saya terasa sedingin es. One of my ultimate, seemingly distant and unreachable wish that has been dormant for a decade or so, is about to come true. I'm here. I'm living the ten years old dream. What the hell.

Jam di layar ponsel menunjukkan 17:15. Lampu ruangan dipadamkan. Penonton bersorak riuh dan bertepuk tangan. Bulu kuduk saya meremang. Overture mengalun. Panggung masih remang-remang cenderung gelap ketika siluet Keiko muncul tepat di tengah-tengah berbarengan dengan dimainkannya The main theme of 'Kimetsu no Yaiba', lagu tema serial animasi yang masih tayang di televisi Jepang saat postingan ini saya unggah. Barangkali hal ini akan sulit dipahami orang-orang yang sejak awal bukan merupakan penggemar, namun partisipasi Keiko pada tur Yuki Kajiura Live Vol. #15 punya arti luar biasa besar setelah bubarnya Kalafina. Apalagi dengan setlist yang menempatkan dia sebagai vokalis utama di lagu perdana. This appearance, my friend, marked Kubota Keiko's comeback to the scene. Her return to Kajiura's troop. Emerged from the dark, silhouette first and then came into the light, standing right in the middle of high stage while beautifully doing melismatic singing. It was an outstanding moment. Incredibly moving, even soul-stirring―at least to me. Then Joelle, Yuriko, and Kaori joined on stage to perform the chorus together before medleying the song with to destroy the evil.


One of the best shivers in my life, to date.


Membekali diri dengan segepok tisu adalah keputusan bijaksana. Wajah saya sudah klomoh total di lagu berikutnya, Old-fashioned fairy tale. Lagu-lagu yang dilantunkan Kajiura Yuki dan keempat vokalisnya malam itu terbilang komplit. Terbagi dalam segmen-segmen terstruktur. Tiap segmen punya jatah masing-masing, mulai dari soundtrack yang liriknya didominasi Kajiurago―bahasa artifisial buatan Kajiura Yuki pribadi yang tidak punya aturan khusus dan sekadar terdiri dari silabel-silabel nirmakna―hingga lagu-lagu berbahasa Inggris seperti maupun Jepang.


Sesi MC secara umum dilakukan dalam bahasa Jepang, dengan selingan sekelumit bahasa Inggris dan Mandarin. Kajiura Yuki memperkenalkan satu per satu anggota band dan para vokalisnya, menjelaskan konsep Kajiurago supaya para noobs nggak bingung, serta ngobrol-ngobrol ringan yang tidak jarang memancing tawa penonton. Sepanjang konser ada sekitar enam sesi MC. Lumayan ngasih saya keleluasaan untuk bernapas lega, nggak mewek terus-terusan. Ya Allah, saya sayang bangettt sama budhe satu ini.

Setlist lengkap Yuki Kajiura Live Vol. #15 ~The Junctions of Fiction~ 2019 in Hong Kong:

  • M1. The main theme of 'Kimetsu no Yaiba' + to destroy the evil (special arrangement, from 'Kimetsu no Yaiba')
  • M2. Old-fashioned fairytale (from 'Kubikiri Cycle Aoiro Savant to Zaregotozukai')
  • M3. Fake wings (from '.hack//SIGN')
  • M4. I swear
  • M5. Forest (from 'El Cazador de la Bruja')
  • M6. Sweet Song (from 'Xenosaga II')
  • M7. Petals and butterfly (from 'Fate/Stay Night: Heaven's Feel part II [lost butterfly]')
  • M8. he comes back again and again (from 'Fate/Stay Night: Heaven's Feel part II [lost butterfly]')
  • M9.  absolute configuration (from 'Puella Magi Madoka Magica: Hangyaku no Monogatari')
  • M10. 星屑 (Hoshikuzu)
  • M11. 風の街へ (Kaze no Machi e) (from 'Tsubasa: Reservoir Chronicle')
  • M12. Elemental
  • M13. Storytelling
  • M14. Moonlight Melody (from 'Princess Principal')
  • M15. L.O.R.D main theme (from 'L.O.R.D: Legend of Ravaging Dynasties')
  • M16. Fiction
  • M17. vanity
  • M18. in the land of twilight, under the moon (from '.hack//SIGN')
  • M19. Luminous Sword (from 'Sword Art Online')
  • M20. she has to overcome her fear (from 'Sword Art Online')
  • M21. maybe tomorrow (from 'Xenosaga III')
  • Encore: M22. The world (from '.hack//SIGN')
  • Encore: M23. stone cold (from 'Sacred Seven')
  • Encore: M24. Zodiacal Sign (from 'Aquarian Age')

Saya nggak sanggup berkata apa-apa lagi. I feel like words are inadequate to express what I feel. What I witnessed that lovely evening. Attending this live show means huge to me. Makin baper karena penyelenggaraan konser hari itu berdekatan dengan ulang tahun Kajiura Yuki, sehingga pada sesi menjelang encore, penonton bersama-sama menyanyikan Happy Birthday to You (ini tuh judul lagu sebenernya apaan deh?) secara terus-menerus hingga mereka semua naik panggung kembali. I love this warmth of a fandom.

Berangkat masih bisa selfie, pulang-pulang sudah ambyar berserakan nggak karuan dan cuma sanggup foto barang-barang bukti sambil mungutin serpihan-serpihan hati. Even now, I'm still in my withdrawal phase. Entah bakalan bertahan sampai kapan.

    
Perbedaan Before-After yang sungguh nyata.

Semoga budhe Kajiura Yuki sehat selalu dan panjang umur, senantiasa menikmati proses berkarya, tetap mengeluarkan musik demi musik di tahun-tahun mendatang. To imagine that I'm going all out and becoming this worked up for a lady in her 50s―and not, you know, young, emerging male pop star in his 20s with impressive abs or biceps or whatever―is WILD. But I'm just a prisoner of love. *in Utada Hikaru's voice*

z. d. imama